Dari ujung timur sampai ujung barat aceh pembangunan mesjid sangat pesat dan sangat indah.memang tidak  salah kalau aceh di juluki serambi mekkah karena di mana-mana kita akan melihat bangunan mesjid yang indah dan luas
Dari segi pembangunan mesjid harus kita acungkan jempol walaaupun masih banyak juga yang belum selesai bahkan ada  yang terbengkalai tanpa ada kejelasan kapan akan selesaiorang aceh memang kalau dalam menegakan islam  sangat kuat keinginannya,
Tapi sangatlah di sayangkan bangunan mesjid yang telah di bangun dengan segala kesusahan dengan mencari sumbangan,dan bangunan yang sangat luas dan indah tidak di ikuti oleh kemakmurann mesjid,setelah di bangun dengan megahnya dan sangat luas namunn tidak ada jamaahnya,jamaahnya hanya ada  segelintir orang saja itupun orang-orang yang sudah tua,sampai-sampai hari jum'ta aja yang mestinya penuh tapi apa yang ada jamaahnya hanya setengahnya sedang sisanya kosong melompong.jadi sangatlah tidak berguna bangunan mesjid yang luas hanya untuk kemegahan saja,paling-paling yang lumanyan ada jamaahnya hanya di sekitar kota dan di dayah-dayah saja yang mesjidnya penuh,apakah sekarang di aceh orang islam hanya ada di kota-kota dan di dayah-dayah saja?
Jadi aceh ini yang menjadi serambi mekkah hanyalah negerinya saja sedangkan penghuninya sudah tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah yang lain bahkan mungkin aceh lebih parah dari daerah yang lain,karena sudah beberapa daerah saya lihat kalau hari jumat itu mesjid-mesjid penuh bahkan harus shalat di luar di terik matahari jadi siapa sekarang yang serambi mekkah?masih layak kah aceh ini di sebut serambi mekkah?maka jangan marah bila orang yang di luar islam akanmentertawakan kita khusunya orang aceh. mesjid yang di bangun jadi mubazir  karena tanpa ada jamaah,orang-orang aceh sudah enggan ke mesjid untuk shalat berjamaah dan mengikuti pengajian,maka bukan tidak mungkin aliran-aliran sesat bermunculan di daerah aceh pemurtadan yang di lakukan oleh orang  lain,karena memang orang aceh sudah banyak yang lebih suka memenuhi hawa nafsunya  untuk  mencari harta kekayaan yang tanpa di perhatikan lagi halal haramnya.

0 comments:

Post a Comment

 
Islam.com © 2010-2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top