Yogyakarta - Ratusan aktivis perempuan Yogyakarta yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Indonesia menggelar aksi memperingati Hari Perempuan Internasional (Women's Day). Mereka menyatakan menolak poligami, nikah siri, kawin kontrak dan nikah dini.

Aksi gabungan yang diikuti berbagai kelompok/organisasi perempuan dilakukan di kawasan Malioboro Yogyakarta, Selasa (8/3/2011). Aksi diawali dari Taman Parkir Abu Bakar Ali di dekat Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Mailoboro dan berakhir di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Dalam aksi itu mereka menyerukan agar perempuan Indonesia untuk bergerak, berorganisasi dan bersatu. Mereka juga menolak budaya patriarki dan neoliberalisme karena dianggap merugikan kaum perempuan.

Koordinator aksi Arsih Suharsih dalam orasinya di pintu gerbang gedung DPRD DIY menyatakan pihaknya menyatakan menolak neoliberalisme karena mengakibatkan posisi perempuan semakin termarginalisasi.

Hal itu dicontohkannya dengan kehidupan perempuan yang bekerja menjadi buruh. Banyak hak-hak buruh perempuan yang belum dipenuhi pengusaha seperti cuti hamil, cuti haid dan cuti melahirkan.

"Upah buruh perempuan sangat murah dan jadi obyek perahan pengusaha dan banyak buruh perempuan yang sakit tanpa ada tunjangan kesehatan," katanya.

Menurut Arsih, ketertindasan perempuan diperparah dengan masih tumbuh suburnya budaya patriarki di masyarakat. Oleh karena itu pihaknya akan terus memperjuangkan kesetaraan gender serta diberikannya upah kerja yang layak.

"Kami juga menuntut agar undang-undang dan perda yang diskriminatif terhadap perempuan seperti UU anti pornografi dan porno aksi untuk dicabut," katanya.

Dalam aksi damai itu, peserta aksi tidak mendapatkan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian. Aksi tersebut juga tidak mengakibatkan memacetkan arus lalu lintas di sepanjang kawasan Malioboro yang masih lengang.




Ini adalah artikel dari detik.com.saya tertarik membacanya dan saya coba ulas sedikit tentang apa yang mereka (perempuan)tentang pertama saya kutip ayat yang ada dalam Al-quran yang merupaka induk buku yang ada di permukaan bumi di surat an-nissa ayat 3






وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا 


yang artinya"[4:3] 
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Dalam surat an-nisa ini sudah sangat  jelas  Allah menerangkan tentang poligami yanitu menagwini perempuan satu sampai 4 empat dan haram(tidak boleh)lebih dari pada empat saja yang di  boleh di tetapakan.menagpa terbayak manusia-manusia yang menetang akan hukum yang telah di tetapkan oleh Allah dan rasulnya apakah peraturan yang di tetapkan Allah harus sesuai dengan hawa nafsu manusia?atau manusia mau ikutan dengan Allah dalam membuat suatu peraturan atau apakah Allah harus berdialog dulu dengan manusia bila Allah mau membuat suatu peraturan?kemudian siapa manusia?manusia itu adalah hamba yang harud menerima segala bentuk peraturan yang telah Allah wahyukan kepada rasulnya .Apakah itu menurut manusia enaka atau tidak enak harus di terima secara utuh bukan sepenggal-sepenggal.
Dalam surat an-nisa sudah di jelaskan boleh berpolygami sampai 4 istri(perempuan)untuk satu suami, jangan lagi kaum perempuan menentang hukum Allah tapi sebagai seorang perempuan belajarlah ilmu yang tinggi agar bisa menerima hukum Allah dan rasulnya  dengan ilkhlas dan sabar,karena hukum Allah tidak mungkin salah yang salah itu manusia-manusia yang menjalankanya.Yang harus kita rubah adalah prilaku manusia(pria) yang tak bisa mengartikan atau menerapkan  isi makna yang terkandung dlam surat an-nisa tersebut.Sebagai kaum perempuan yang merupaka makhluk Allah yang paling banyak jumlahnya ajak pemerintah untuk membuat undang-undang atau hukuman bagi kaum laki-laki(suami)yang tidak bisa berlaku adail terhadap keluarganya,nah itu yang saya sarankan untuk kaum perempouan yang ada dunia dan khusunya yang ada di indonesia janganlah engkau berani ingin mengubah aturannya Allah dan rasullnya tapi kelolalha hukum Allah agar bisa hidup yang lebih nyaman di dunian ini dan mendapatkan syurga di akhirat nanat karena tida menjadi penentang hukam Allah dan Rasulnya.
Dalam surat An-nisa juga sangat jelas di terangkan bagi kaum laki-laki (suami)haram melakukan poligami bila tidak mempunyai ilmu yang lebih.terlebi-lebih kalau tidak bisa berlaku adil dalam segala hal,karena Allah dan rasulnya jugs tidak menganjurkan untuka kahwin bagi  kaun(laki-laki) yang tidak cukup hartnya,ilmunya,jasmani dan rohaninya,malah orang yang seperti ini Allah dan rasulnya  menganjurkan menahan hawa nafsunya dengan cara berpuasa karena di takukan kalau kawin tidak bisa berbuat adikl sbagaimana yang tersebut dalam surat anisa.
Untuk kaum ibu-ibu,perempuan belajarlah ilmu yang setinggi-tingginya dan pelajarilah hak-hak sebagai seorang perempuan atau  istri biar bisa hidup berumah tangga dengan bahagi walau sang suami harus beristri empat,dan jangan melihat orang lain yang istri ustad aja tidak bisa menerima, walaupun istri seorang ustad belum tetntu di mempunyai ilmu dan kesabaran dan kita janganlah jadi orang lain.Dan  banyaklah membaca Al-quran dan hadist dan jadikanlah al-quran dan hadis itu manajement dalam keluarga.Manajement yang paling sempurna ya quran dan hadis.insayAllah mudah-mudaha kaum perempuan di indonesia bisa lebih menerima hukum Allah dan rasulnya bukan jadi penetang seperti perempuan yang lainnya amin yarabbal'almin

0 comments:

Post a Comment

 
Islam.com © 2010-2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top