Semoga Allah SWT melimpahkan keselamatan atas hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. untuk semua pembaca yang dimuliakan Allah, sungguh berbahagia orang yang berada di jalan yang benar dan orang-orang yang selalu mencari segala petunjuk tentang kebenaran. Allah menganugerahkan kepada kita berbagai kebaikan dan menghimpunkannya dalam dua pedoman orang Mukmin, yaitu al-Qur’an dan hadits-hadits yang diriwayatkan para imam yang mulia, Bukhari, Muslim, Turmudzi, Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i dll.
Allah menginspirasikan berbagai petunjuk-Nya kepada para salafush shalih serta para ulama untuk menuntun umat ini insya Allah sampai akhir zaman. Mencintai ulama adalah wajib dan memojokkan atau membencinya adalah bibit dari kesesatan. Jika kita ingin selamat, ikutilah mereka karena mereka orang-orang yang berjuang menjaga agama Allah SWT.
Adapun bacaan-bacaan yang banyak beredar hendaklah kita berhati-hati dalam menerima dan mengamalkannya karena banyak syubhat yang tersembunyi didalamnya. Carilah pengetahuan dari orang yang benar-benar alim, dan jangan mengambil ilmu dari orang yang jahil. Banyak ulama di negeri ini, mereka juga membuat buku-buku pedoman ibadah dan muamalah yang dapat dipertanggung jawabkan isinya. Ambillah ilmu lewat pintu yang tepat agar kita tidak tersesat.
Ruqyah sendiri ada yang syirkiyyah, yaitu dengan menggunakan jimat yang berisi bacaan-bacaan yang menyesatkan atau benda-benda lain yang dipuja, dan ada yang syar’iyyah, yaitu pengobatan yang dilakukan dengan doa baik secara langsung maupun dengan membaca doa lalu ber-nafats, yaitu meniup sambil mengeluarkan sedikit ludah ke air, lalu air tersebut diminumkan dan diusapkan kepada si sakit.
Tujuan doa ini adalah menjauhkan si sakit dari kejahatan sihir ’ain, maupun gangguan setan dan jin lainnya. Tidak semua penyakit menggunakan jalan keluar ruqyah.disebabkan sihir atau ’ain atau gangguan jin. salah satu bacaan yang bisa kita gunakan untuk meruqyah surat Al-quran mu;awizat yakni tiga surat pendek surat al-ikhlaas,surat Al-falaqk serta surat al-annas,surat mu;awizat ini bisa menurunkan panas dan terhindar dari niat jahat manusia dan bangsa jin.
قُلْ هُوَ اللَّـهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّـهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
al-falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿
al-annas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿

Adapun tentang ruqyah, disebutkan dalam riwayat bahwa kita tidak diperbolehkan meminta diruqyah. Hukum ruqyah sendiri adalah mubah, namun meminta diruqyah hukumnya makruh. Oleh karena itu jangan sekali-kali kita meminta diruqyah.
Biarkan penterapi sendiri yang menganjurkan jika memang ruqyah itu perlu. Jika ada saran ber-ruqyah dari penterapi, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ruqyah.
- Hendaklah bacaan ruqyah bersumber dari al-Qur’an atau hadits.
- Hendaklah menggunakan bahasa Arab yang maknanya jelas dipahami dan kata-katanya tidak disimpangkan atau bahasanya tidak campur-campur.
- Hendaklah kita yakin bahwa ruqyah menjadi obat bagi penyakit kita adalah atas izin Allah.
- Agar manfaatnya optimal, carilah peruqyah seorang yang dikenal shalih dan tawadhu serta meruqyah secara ikhlas.
- Ruqyah bukanlah upacara rituil yang membutuhkan persiapan khusus, melainkan sekadar doa dari hamba yang lemah kepada Rabbnya yang Maha Kuat. Pelaksanaan ruqyah kadang dilakukan berlebihan sehingga memberi trauma kepada pasien. Yang seperti ini tidak tepat dan harus dikoreksi. Para peruqyah bukanlah orang sakti. Mereka hanyalah orang yang membantu menjalankan proses permohonan kesembuhan. Sedangkan keputusannya ada dalam kekuasaan Allah.Sama juga dengan obat-obatan yang kita diberikan doter bukan dokternya atau obatnya yang menyembuhkan tapi semuanya hanyalah sarana saja atau syriat yang harus kita usahakan supaya doa untuk kesembuhan di kabulkan oleh Allah swt”Allah yang memberikan kita saki maka Allah jua lah yang mengangkat kembali penyakitnya”
- Peruqyah hendaknya tak meminta imbalan, namun pasien hendaknya memperhatikan keperluan peruqyah yang berupa uang transport dan mungkin kebutuhan hidupnya jika peruqyah termasuk orang yang kurang mampu.
Adapun doa-doa selalu ajarkan kepada para pasiennya dengan maksud agar pasien tidak mencari doa-doa dari tempat-tempat yang kurang tepat dan mungkin juga bisa menyesatkan.
Semoga Allah menolong kita dari kejahatan setan, binatang berbisa, dan dari kejahatan ’ain/mata, wallahul musta’aan. moga bermanfaat,amin

 

0 comments:

Post a Comment

 
Islam.com © 2010-2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top