Bagi manusia yang beriman maka harus mengimani ilmunya Allah,Allah itu maha mengetahui yang artinya Dia mengetahui yang awal yang sedang terjadi dan yang akhir.Ilmu Allah mencakup seluruh isi bumi langit dan di antara keduanya.Allah mengetahu kelak kita akan di mana di surga atau di neraka,kita miskin atau kaya ,kita baik atau jahat kita berilmu atau bebal semuanya Allah lah yang mengetahui,manusia hanya wajib mengimani keilmuan AllahSWT.

Di dalam Al-Qur'an banyak Allah menerangkan tentang kemaha ilmuan Allah dan juga di dalam hadis Nabi Muhammad saw,seperti firman Allah  di dalam surat Al-Hasyr:22

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ 

"Dialah Allah yang tiada tuhan selain Allah.yang mengetahu yang ghaib dan yang nyata,Dialah yang maha pemurah lagi maha penyayang Al-Hasyr:22"

Di dalam surat yang lain Allah juga telah menerangkan tentang bagai mana besar ilmuNya seperti yang Allah katakan di dalam surat Saba':3

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَأۡتِينَا ٱلسَّاعَةُۖ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأۡتِيَنَّكُمۡ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِۖ لَا يَعۡزُبُ عَنۡهُ مِثۡقَالُ ذَرَّةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَآ أَصۡغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرُ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ 


"Dan orang- orang kafir berkata"hari bangkit itu tidak akan datang kepada kami,kataknlah "pasti datang,demi tuhanku yang maha mengetahui yang ghaib,sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu,tidak ada tersembunyi daripadaNya sebesar zaraahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada pula yang lebih kecil dari pada itu dan yang lebih besar,melainkan tersebut di dalam kitab yang nyata(lauh magfuzh)

Di dalam ayat ini begundal-begundal kafir mengatakan  hari bangkit itu tidak akan datang padanya,pada hal ilmu mereka hanya sedikit tapi menafsirkan dirinya tidak akan datang kepada kiamat.
Begitu juga di dalam surat yang lainnya Allah juga berfirman 

ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّۖ يَتَنَزَّلُ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عِلۡمَۢا

"Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.perintah Allah berlaku kepadanya.agar kamu mengetahui bahwasanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu,dan sesungguhnya Allah ilmunya benar-benar meliputi segala sesuatu( At-Thalaq:12)

Jadi ilmu Allah itu tak terhingga namun ilmu manusia terbatas sebatas berapa besar yang Allah anugerahkan untuk di pergunakan beramal.

Di dalam kitab shahih  ada seseorang yang berkata"Wahai Rasulullah,apakah penghuni surga itu dapat mengetahu penghuni neraka? Rasulullah menjawab"ya bisa"
orang itu berkata lagi"lalu untuk apa orang-orang itu beramal?Rasulullah menjawab"Masing-masing mengerjaka apa yang  di ciptakan untuknya,atau yang di mudahkan jalan baginya untuk mengerjakannya"
Di dalam riwayat yang lain juga seseorang bertanya tentang anak-anak orang musrik kaffir"Maka Rasulullah mnjawab"Allah lebih tahu dari apa yangmereka kerjakan"(Hr Bukhari ra dan muslim)

Manusi ini tidak akan pernah di beri ilmu tentang kematian,kiamat,dan apa yang akan berlaku untuknya seperti hadis berikut

kurang lebih artinya"Rasulullah saw bersabda"sesungguhnya Allah telah menciptakan  untuk surga para penghuni ketika mereka masih berada di tulang rusuk bapak mereka.Dan Dia juga menciptakan nereka para penghuni.Dia menciptakan mereka  memang untuk neraka ketika mereka msih berada di tulang rusuk bapak-bapak mereka(Hr Al-Bukhari dan muslim ra)



Bagaimana Allah bisa menetuka isi surga atau isi surga apakah dengan semena mena Allah menetukannya tentu tidak Allah berbuat dengan sekehendakNya tapi sesuapai yang di kerjakan oleh mannusi itu sendiri seperti bunyi hadis berikut:

"sesungguhnya seseorang menegrjakan amalan-amalan para penghuni surga  berdasarkan yang tampak oleh pandangan manusia,pada hala sebenarnya dia  termasuk penghuni neraka.Dan seseorang akan mengerjakan amalan-amalan para penghuni neraka,yang tanpak oleh manusia,padahal sebenarnya dia termasuk penghuni surga(Hr Al-Bukhari dan muslim ra)
di dalam hadis tersebut juga  disebutkan"Tidaklah satu jiwa pun di antara kalian melainkan telah di ketahui kedudukannya di surga atau di neraka"para sahabat bertanya,"Wahai Rasulullah,alau untuk apa kita beramal,bukankah kita lebihbaik bertawaqal?Rasulullah menjawab
"Tidak.Berbuatlah,karena masing masing telah di beri kemudahan untuk mengerjaka apa yang telah diciptakan untukdirinya,kemudian beliau membaca ayat Al-Lail 5-10


 فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ 

وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ 

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡيُسۡرَىٰ 

وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسۡتَغۡنَىٰ 

 وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ 


فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ 


5.Adapaun orang-orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dia bertaqwa
6.dan membenarkan adanya pahala yang terbaik(surga)
7.maka kelak kami akan menyiapkan jalan baginya yang mudah
8.dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup
9.serta mendustakan pahala yang terbaik
10.maka kelak kami akan menyiapkan(jalan)yang sukar.
Hadis riwayat Al-Bukahri dan Muslim ra

Namun di zaman sekarang di kita banyak manusia yang baru di berikan sedikit ilmu dari Allah telah berani menghina ulama,mengataka contisonal lebih tinggi dari Al-Qur'an,pada mereka bisa berbicara saja itu adalah ilamunya Allah yang di ajarkan kepada manusia cara berbicara masih saja memungkiri nikmat Allah na'uzubillah.Demikianlah sedikit celoteh saya tulis dari sumber Al-Qur'an dan hadi moga bisa menjadi pertambahan ilmu untuk saya dan juga untuk yang mau  mengunjungi blog ini aaamiiinnn.




















0 comments:

Post a Comment

 
Islam.com © 2010-2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top